Navigation Menu

Sikap Prodi IKS terkait Perpanjangan Waktu KRS

Kepada mahasiswa IKS yang kami banggakan.

Mengakses SIA sesungguhnya bukan hal yang gratis. Mengakses SIA bukan hanya persoalan "ada WiFi gratis di kampus. Tidak. Mengakses SIA saat ini yang pasti mengorbankan waktu (kalau pun WiFinya gratis), mengorbankan uang (kalau harus di warnet atau akses pribadi di rumah), mengorbankan biaya transportasi (kalau harus ke kampus atau ke warnet), mengorbankan rasa malu (kalau harus numpang akses internet di kelurahan atau rumah om)...


Maka solusi "memperpanjang waktu input" kedua kalinya (seperti dalam surat di atas) adalah kebijakan tidak empatik. Kebijakan yang mengabaikan semua pengorbanan yang telah kalian keluarkan.

Oleh sebab itu maka kami berpendapat berikut:
  1. Bila kalian masih memiliki waktu lebih, biaya lebih, kesabaran lebih, untuk mengakses SIA, kalian boleh mencoba terus input KRS
  2. Bila kalian tidak lagi memiliki semua kelebihan itu, kalian boleh berhenti mengakses SIA. Silakan input mata kuliah kaliah melalui form yang telah kami sediakan. Kami akan meminta UIN, apa pun caranya, untuk memastikan hak kalian untuk mengikuti kegiatan akademik semester genap tetap terlindungi.
Secara teknis, untuk memilih opsi kedua, silakan daftarkan matakuliah/KKN/Skripsi yang hendak Anda ambil di form berikut. Mohon maaf kalau merepotkan Anda dengan isi form untuk ketiga kalinya. Sebab, kita memerlukan data terbaru dan tervalid sekarang. Silakan klik link berikut:



KRONOLOGI SIKAP PRODI IKS
Sikap terakhir ini tidak muncul tiba-tiba. Kita sudah melakukan berbagai upaya untuk merespon masalah mahasiswa demi kepentingan mahasiswa. Kronologi sikap dapat diringkas sebagai berikut:
  1. Menghimbau untuk bersabar, tidak menyalahkan PTIPD,  dan mengundang partisipasi untuk mendata problem mahasiswa lewat Posko IKS Peduli (cek sini)
  2. Mengirimkan surat usulan revisi kalender akademik (lihat foto di bawah).
  3. Mengirimkan surat agar UIN tidak memperpanjang lagi dan mengambil sikap bertanggungjawab dengan memfasilitasi input data KRS terpusat (lihat foto di bawah).
  4. Sikap terakhir hari ini.

Exploring Cross-Cultural Social Work Bersama Prodi IIS, Prodi IKS dan the University of Sidney


Rabu, 3/2/20016, para mahasiswa Prodi Ilmu Kesejehateraan Sosial mengikuti Student Workshop yang diselenggarakan oleh atas kerjasama Prodi IKS, Prodi IIS (Islamic Interdisciplinary Studies) Pascasarjana UIN, dan Faculty of Education and Social Work, The University of Sydney Australia. Acara ini mengusung tema “Exploring Cross-cultural and Social Work”. Bertempat di hall Pascasarjana UIN pada hari Rabu (3/2). Kegiatan ini diikuti oleh 35 peserta yang terdiri atas 9 mahasiswa Prodi IKS, 10 mahasiswa IIS, 10 mahasiswa Australia, 4 dosen dari UIN serta 2 dosen dari Australia.

Acara diawali dengan presentasi Prof. Fran Waugh. Dalam presentasinya, Fran menjelaskan intergrasi antara pendidikan dengan social work. Menurutnya, pendidikan adalah jangkar dari social work. Beliau juga menegaskan bahwa teori merupakan acuan ketika melakukan praktik lapangan (misalnya dalam kasus PPS di Prodi IKS UIN). Dari pengalaman praktik lapangan, pekerja sosial belajar tentang prinsip-prinsip dalam pekerjaan sosial. Praktik lapangan juga bertujuan untuk mengintegrasikan antara teori dan praktik.

Salah satu peserta, Nur Kholida menceritakan pengalamannya selama praktik. Dia mengatakan bahwa teori yang diajarkan tidak selamanya sesuai dengan praktik di lapangan. Menanggapi pertanyaan itu, Margareth menjelaskan bahwa untuk mengatasi masalah tersebut dibutuhkan skill sebagai seorang peksos. Semakin banyak pekerja sosial mempelajari teori dan semakin banyak pengalaman yang didapat, maka pekerja sosial akan mampu mengatasi tantangan dalam praktiknya.

Pada sesi berikutnya, peserta diberi kesempatan untuk mempresentasikan social work di Indonesia dan social work di Australia. Perwakilan dari Prodi S2 IIS, M. Najib mempresentasikan paradigma intergrasi dan interkoneksi UIN Sunan Kalijaga dan hubungan Islam dengan Social work. Dalam tesis yang sedang dikerjakan, dia melihat bahwa prinsip-prinsip peksos yang dikemukanna oleh para tokoh kesejahteraan sosial seperti Zastrow dinilai masih terlalu umum. Menurutnya, realita di lapangan masih memerlukan prinsip peksos yang lebih spesifik, dan nilai keislaman bisa menjadi salah satu alternatifnya.

Presentasi berikutnya disampaikan oleh perwakilan dari Prosi IKS, M. Aufal Marom. Dalam prsentasinya, ia menampilkan short movie “The Journey of a Social Worker” yang secara singkat menggambarkan profil Prodi IKS. Selain itu, Aufal menceritakan pengalamannya selama praktik pekerjaan sosial. Menurutnya dalam menghadapi klien seorang peksos harus menempatkan dirinya sebagai teman, agar klien merasa nyaman saat dilakukan assessment. Dia menambahkan bahwa masyarakat belum familiar dengan peksos, sehingga ketika mengalami suatu permasalahan mereka cenderung lebih percaya kepada tokoh-tokoh masyarakat.

Menutup sesi presentasi, perwakilan dari mahasiswa Australia, Margot dan Elisa memperkenalkan kampus The University of Sydney kepada para peserta workshop. Dua mahasiswa Australia lainnya, Katie dan Olivia menceritakan pengalaman mereka saat praktik di lembaga-lembaga layanan sosial di Sydney. Katie melakukan praktik di lembaga Women’s Domestic Violence Court Advocacy Center (WDVCAC). Lembaga tersebut menangani kasus wanita yang mengalami kekerasan dalam rumah tangga dan menangani korban penelantaran. Sedangkan Olivia melakukan praktik di lembaga yang menangani kasus para pencari suaka di Australia. “Di Australia, para pencari suaka tersebut kami tangani dengan baik. Ada banyak relawan yang membantu, seperti dokter, perawat, pendeta dan lain-lain.”, jelas Olivia.

Student workshop seperti ini, sangat bermanfaat bagi mahasiswa Indonesia maupun mahasiswa Australia. “Ini adalah sebuah pengalaman yang menarik, kita bisa saling bercerita mengenai social work di kedua negara. saya sangat menikmati Indonesia. ini akan sangat membantu untuk study saya.” Ujar Jack Whitney mewakili teman-teman dari Australia. (EMI)

UPDATE INFO PEMBAYARAN UKT DAN INPUT KRS

Rabu, 03/02/2016

Selamat Pagi semua :)

Ada beberapa kabar penting terkait persiapan semester genap yang perlu Anda ikuti perkembangannya:

Pertama. Bagi yang belum berhasil bayar SPP/UKT. Anda diminta untuk secara manual ke loket salah satu bank yang ada di komplek Kopma UIN (belakang klinik) lalu menyerahkan kwitansinya ke PTIPD. Pengumumannya seperti ini::

Kedua, bagi yang belum input KRS dan hal yang terkait update KRS, hari ini, 3 Februari 2015, IKS mendapatkan giliran nanti sore pukul 14:45 - 16:45


Menurut informasi teman-teman Fishum yang mendapatkan giliran lebih awal, tanggal 2, SIA tetap mengalami masalah. Oleh karena itu, jika setelah pukul 16:45 Anda belum berhasil input/revisi KRS, silakan SEGERA mendaftarkan/mengadukan masalah Anda di sini: http:bit.ly/IKSmendengar2
Aduan yang masuk akan kita tindak-lanjti segera untuk memastikan Anda tidak dirugikan.

Demikian pengumuman ini disampaikan. Jangan lupa untuk ikut menyebar kabar ini ke teman-teman Anda.

Salam hangat!

Waiting for Your Story, Social Worker!



Kami berpandangan bahwa sebuah narasi besar menjadi bermakna karena narasi-narasi kecil. Ketika narasi besar diangkat, seringkali makna terdalam dari narasi tersebut tidak terangkat. Karena itu, ketika kami memutuskan untuk membuat Profil Prodi IKS, bukan narasi Prodi IKS yang ingin kami angkat. Prodi IKS ada "adalah untuk para mahasiswanya." Makna eksistensial Prodi IKS tergantung sepenuhnya kepada bagaimana Prodi IKS bermakna bagi para mahasiswanya.

Dengan motto mendidik sepenuh hati; bekerja memberi solusi, kami ingin 'narasi-narasi kecil' dalam proses kami mendidik, menemani, dan mengantarkan setiap pribadi mahasiswa IKS menjadi turunan dari komitmen mendidik sepenuh hati sehingga lulusan kami nanti menjadi pekerja sosial profesional yang berhati, yang tidak hanya bekerja untuk memberi solusi.

Film ini mengangkat kisah hidup Embun Nirwani, salah satu alumni IKS yang kini bekerja di Dinas Sosial Kota Yogyakarta. Embun hari ini berusaha menjadi pribadi yang bermakna bagi orang di sekitarnya. Kisah lalunya berjuang lolos dari masalah-masalah pribadi ketika kuliah dan tempaan didikan di Prodi IKS mendasari kekuatan pribadinya untuk menyelesaikan masalah masyarakatnya: sepenuh hati memberi solusi!

Dapatkah ia melakukannya? Nantikan film berikut ini ya.

DOKUMEN DOSEN


File-file Penting untuk Dosen Bisa diunduh di link berikut

    POSKO IKS PEDULI


    Semua keluhan, kami dengarkan.

    Kepada para mahasiswa Prodi IKS yang saya sayangi dan banggakan,

    Pertama, Prodi IKS UIN Sunan Kalijaga menyampaikan permintaan maaf atas segala masalah yang Anda alami dalam minggu-minggu ini. Kami sepenuhnya mengerti perasaan Anda, ketidaknyamanan Anda, dan bagaimana Anda semua telah sedemikian luar biasa bersabar dalam menghadapi masalah ini.

    Kedua, tanpa bermaksud cuci tangan, Prodi IKS hanyalah paku kecil dalam bangunan UIN Sunan Kalijaga. Segala masalah yang Anda hadapi pada dasarnya di luar kemampuan kami untuk bisa membantunya. Tetapi lewat media ini, saya ingin sampaikan komitmen sepenuhnya bahwa hak-hak akademik Anda akan kami lindungi.

    Ketiga, sebagaimana Prodi IKS, unit layanan PTIPD yang secara teknis menangani masalah ini juga bukan penanggungjawab penuh atas masalah kita. Mereka layaknya sebuah bajai tua yang dipaksa membawa 50 penumpang dari Tanah Abang berlibur di Puncak. Kalau ada yang tidak terangkut, kalau ada yang jatuh di perjalanan, kalau ada yang kehabisan nafas di dalam angkot, jangan salahkan sopir bajainya. Ia hanya orang suruhan. Jadi, tolong #SavePTIPD dan asetnya dan jangan melakukan tindakan anarki ke kantor mereka. Kalau saja saya bisa mengontak Pak Agung dan kawan-kawan, akan saya sampaikan dukungan penuh atas usaha mereka.

    Menimbang hal-hal tersebut, dibawah ini kami sediakan formulir PENGADUAN agar nama dan masalah Anda bisa kami identifikasi. Pengaduan yang masuk akan kami tindak lanjuti dengan langkah-langkah yang diperlukan untuk memastikan bahwa Anda dapat mengikuti seluruh kegiatan akademik semester genap.

    Terimakasih atas kerjasamanya,

    Ketua Prodi IKS,
    Arif Maftuhin, M.Ag, M.A

    NB: jika HP Anda gagal menampilkan formulir, klik halaman ini langsung http://bit.ly/AyoMengadu

    Popular Posts